Daftar Harga Kubah Masjid Al Alam Kendari

Masjid Al Alam yang merupakan sebuah masjid yang berada di Kota Kendari yang mana masjid ini merupakan salah satu bangunan masjid yang berdiri sangat megah dan letaknya pun berada di tengah laut di kawasan teluk kendari, Masjid Al-Alam pada saat air pasang masjid ini benar benar tampak seolah olah terapung diatas laut teluk Kendari. Rancangan pada bangunan masjid ini  mengingatkan kita kepada sebuah bangunan bangunan megah yang ada di penjuru dunia.

Daftar Harga Kubah Masjid Al Alam Kendari

Kabarnya kubah masjid Al Alam Kendari ini menggunakan bahan yang disebut dengan GRC. Nah,GRC itu sendiri merupakan singkatan dari (Glassfibre Reinforced Cement) yang mana bahan ini merupakan salah satu jenis produk pracetak atau precast yang terbuat dari bahan utama dari beton,lalu sedikit dimixed dengan tambahan serat-serat fiberglass alkali resistance dan juga pecampuran dengan bahan penguat tambahan lainnya. Produk GRC ini kebanyakan akan menawarkan berbagai macam variasi untuk segala macam keperluan untuk bahan bangunan, misalnya saja dalam pembuatan kubah masjid yang saat ini sedang menjadi hype di berbagai kota besar di Indonesia.

Produk GRC sendiri memiliki sebuah keuntungan diantaranya adalh jauh lebih ringan dibandingkan dengan produk berbahan dasar beton pracetak pada umumnya, selain itu GRC ini juga dapat dibuat dengan tekstur yang lebih tipis,biasa nya akan dibuat panel GRS atau papan GRC (GRC boarding). Disamping itu juga, produk dari GRC ini juga lebih tahan lama dalam berbagai macam cuaca, baik panas, hujan, bahkan sebagaian orang mengklaim jika produk GRC ini mampu bertahan diiklim salju dan dapat diandalkan, Bahan GRC sendiri juga tahan terhadap pengikisan, perubahan suhu, dan tahan terhadap serangga yang menjadikan produk GRC ini lebih istimewa dalam pembuatan kubah masjid karena memiliki kelebihan tersendiri yang relatif  tidak dimiliki produk beton cor lainnya. Harga Kubah Masjid GRC Siap Pasang

Kubah Masjid dengan bahan GRC memang sudah terbukti memiliki kemampuan yang sangat istimewa dan tak perlu diragukan lagi, dan hal ini lah yang saat ini menjadikan banyaknya kubah masjid yang terbuat dari produk GRC,karena kubah dengan bahan GRC mempunyai  sifat yang lebih fleksibel dan tentunya efisien dalam pemasangan nya. Apabila kita membuat kubah masjid produk GRC ini, maka banyak sekali keunggulan dan karakteristik tertentu yang akan dihasilkan melalui proses GRC tersebut, diantaranya :

  1. Kubah masjid GRC mudah untuk diaplikasikan dan mampu secara struktural dan mampu membentuk proses yang cukup rumit,sehingga dapat mempermudah para arsitek dan juga perancang untuk berkreasi membuat kubah masjid GRC dengan bahan ini.
  2. Kubah masjid GRC ini memliki bobot yang super ringan dibandingkan dengan bahan lain, sehingga dapat mengurangi biaya untuk pondasi dan juga dapat menata struktur kubah itu sendiri.
  3. Kubah masjid GRC berbentuk tipis, dalam pemasangannya pun mudah sehingga dapat mengurangi untuk  biaya pemasangan dan pengangkutan.
  4. Kubah masjid GRC tidak hanya tahan terhadap cuaca, tetapi juga tahan api serta tahan korosi, anti rayap, tidak berjamur, dan tahan abrasi.

Berikut ini beberapa daftar harga kubah masjid :

Diameter (m) Tinggi (m) Luas (m)
2 0.9 2.49
3.5 1.75 4.86
3 1,5 8.02
2.5 1.25 11.96
3 1.5 16.69
3.5 1.75 22.20
4 2 28.49
4.5 2.25 35.57
5 2.5 43.44
5.5 2.75 52.09
6 3 61.52
6.5 3.25 71.75
7 3.5 82.75
7.5 3.75 94.54
8 4 107.12
8.5 4.25 120.48
9 4.5 134.62
9.9 4.95 162.06
10 5 166.56
11 5.5 200.47
12 6 237.53
13 6.5 277.72
14 7 321.05
15 7.5 367.52
16 8 417.13
17 8.5 472.33
18 9 528.37
19 9.5 587.54
20 10 649.85
21 10.5 715.31
22 11 783.90
23 11.5 855.63
24 12 930.51
25 12.5 1020.89
26 13 1102.53
27 13.5 1187.31
28 14 1275.23
29 14.5 1366.29
30 15 1460.49



Tentang Masjid Al-Alam

Secara harfiah, Al-Alam berasal dari bahasa arab yang mana mempunyai arti alam semesta, namun bagi sebagian besar masyarakat yang khususnya tinggal di Kota Kendari,maka akan secara langsung mengaitkan nama masjid ini dengan nama inisiator pembangunannya, yang mana beliau adalah Gubernur ke 7 Sulawesi Tenggara, yakni Bapak Nur Alam. Yang mana pemberian nama Masjid Al-Alam atau lebih dikenal juga sebagai Masjid Terapung Al-Alam adalah masjid megah yang dibangun di tengah laut teluk Kendari, kota Kendari, provinsi Sulawesi Tenggara. Tak tanggung tanggung, bahkan lokasi masjid ini juga dibangun setidaknya sejauh 1,6 kilometer dari bibir pantai yang berada tepat di Kota Kendari.

Dari kejauhan maka akan terlihat bahwa bangunan masjid ini akan tampak mengapung di permukaan laut teluk Kendari, dengan posisinya yang demikian itulah yang kelak menjadikannya disebut sebagai masjid terapung. Meskipun sebenarnya tidak benar benar mengapung dan juga tidak berada di atas air laut melainkan hanya berdiri diatas tiang tiang penyanggah yang terbuat dari beton bertulang yang ditancapkan ke dasar laut.

Dari segi tata letaknya saja sudah diketahui bahwa masjid terapung Al-Alam kota Kendari ini memang masjid satu satunya yang ada di Indonesia dan di dunia yang dibangun begitu jauh di tengah laut. Meskipun begitu,sebuah bangunan masjid masjid yang serupa ini juga sudah begitu banyak dibangun di Indonesia dan juga telah menyebar cukup luas di dunia, dan seolah menjadi trend baru dalam pembangunan masjid saat ini.

Sebelumnya di Indonesia sendiri setidaknya sudah ada beberapa bangunan Masjid Terapung, sebut saja diantaranya adalah  Masjid Raya Al-Munawaroh di yang ada di Kota Ternate, Lalu ada juga Masjid Amirul Mu’minin kota Makasar, dan lain lain, sementara yang paling terkenal di luar negeri diantaranya adalah Masjid Terapung Ar-Rahmah yang mana Masjid ini mengapung di laut merah kota Jeddah, Arab Saudi dan Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko.yang seolah mengapung di samudera Atlantik Utara.



Proyek Pembangunan Masjid Al-Alam

Proyek pembangunan Masjid Terapung Al-Alam di Kota Kendari ini mulai dibangun tahun 2010 tahun lalu dan baru selesai dan juga diresmikan hampir delapan tahun kemudian yakni pada tahun 2018 yang lalu. Proses pembangunan masjid ini merupakan proses yang dibilang cukup lama dengan segala macam konflik serta kendala dan juga masalah internal sendiri. Sebuah mega project yang cukup ambisius, ini setidaknya sempat beberapa kali menuai kecaman dan juga kontroversi dan bahkan berujung penolakan dari berbagai lapisan elemen masyarakat Kota Kendari.

Sejak awal pengumuman pembangunannya, telah menuai berbagai komentar tak enak yang berhembus di tengah-tengah masyarakat hingga para tokoh di Kendari dan Sulawesi Tenggara termasuk nilai proyeknya yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 230 Milyar Rupiah.

Nilai sebegitu besar dinilai akan lebih bermanfaat bila dimaksimalkan untuk membangun sarana dan prasarana yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kendari, ditambah lagi dengan keberatan dari para pemerhati dan juga penggiat pelestarian lingkungan.

Proses pembangunannya ini dimulai dengan sebuah perancangan  pada bagian tiang pertama yang terjadi pada hari Selasa tanggal 17 Agustus tahun 2010 dipimpin langsung oleh oleh Gubernur Sulawesi Tenggara saat itu yakni bapak Nur Alam, dan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Saleh Lasata, Walikota Kendari Ir Asrun, Wakil Ketua DPRD, La Pili, pejabat muspida dan mantan Menteri Agama, Prof DR Said Agil Al Munawar.

Upacara perancangan tiang pertama itu bertepatan dengan tanggal 7 Romadhon, dan juga tepat di tanggal 7 tersebut,sering dikait kaitkan dengan jabatan Gubernur Nur Alam yang mana beliau ini merupakan Gubernur Sulawesi Tenggara Ke 7.



Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>